Sumber sel induk sendiri bisa dari dua macam: embrio manusia (embryonic stem cell) dan sumber dewasa (hematopoietic stem cell). Sel dari embrio ini dipercaya mengandung sel biang untuk semua organ manusia. Tapi, secara etik kedokteran, pengambilan sel embrio ini masih belum bisa diterima. Yang jamak adalah pengambilan sel induk dewasa. Praktek yang sudah lama berlangsung adalah dengan mengambil sel sumsum tulang belakang. Tapi, belakangan, darah dari tali pusar dianggap lebih kecil risikonya ketimbang mengambil sumsum.
Sebelum jauh, ada baiknya Anda tahu apa itu darah tali pusar (umbilical cord blood). Jenis darah ini merupakan darah yang diambil dari tali pusar atau plasenta sesaat setelah seorang bayi dilahirkan. Menurut kajian laboratorium, darah tali pusar kaya akan sel induk hematopoietik (haematopoeitic stem cell) yakni sel induk pembentuk darah. Sel induk ini mampu memproduksi sel-sel darah baru, baik itu sel darah merah, sel darah putih, maupun keping darah yang sehat.
Tak lama kemudian, beberapa penelitian menyimpulkan bahwa darah tali pusar tak cuma menyembuhkan kelainan darah. Tapi juga ada 45 penyakit yang bisa pulih dengan pencangkokan sel induk dewasa yang dalam istilah kedokteran disebut HSC. Kebanyakan penyakit itu adalah penyakit berat seperti leukemia, talasemia, anemia, myeloma, dan hodgkin. Belakangan, para peneliti yakin, sel induk itu juga bisa mengobati penyakit jantung, diabetes, systemic lupus erithematosus, stroke, alzheimer, dan parkinson.
A) Beberapa kelebihan darah tali pusar (umbilical cord blood, UCB) :
1. Bebas risiko dan rasa sakit saat diambil. Pengambilannya tidak lama sesudah si ibu melahirkan, dan hanya butuh waktu beberapa menit. Cara mengambilnya pun tinggal menusukkan jarum ke tali pusar. Bandingkan dengan pengambilan sumsum tulang belakang yang pendonornya harus dibius dan dibedah untuk melihat risiko kemungkinan infeksi. Mengumpulkan sumsum tulang belakang sendiri menyakitkan dan merupakan proses invasive. Selain itu, darah tali pusar bisa dikatakan barang terbuang.
2. Memiliki kemampuan 10 kali dalam membentuk sel baru dibanding sumsum tulang dan darah tepi (sumber sel induk terkaya).
3. Selalu siap digunakan kapan saja diperlukan. Sebab, ia bisa disimpan di kulkas cyrogenic yang sangat dingin, sampai minus 180oC. Bandingkan dengan kulkas di rumah kita yang rata-rata hanya minus 20oC. Berapa lama waktu penyimpanan memang belum ada angka pasti, seperti diakui dalam situs The UCLA Umbilical Cord Blood Bank. Mereka merencanakan untuk menyimpannya paling tidak selama 10 tahun. Sebaliknya, sumsum tulang belakang diambil saat diperlukan, plus memerlukan waktu berminggu-minggu – bahkan berbulan-bulan – untuk menemukan donor yang cocok.
4. Rendahnya risiko Graftversus-Host Disease (GvHD), suatu komplikasi yang terjadi setelah transplantasi sel induk, di mana sel donor (graft) menyerang sel penerima (host). GvHD terjadi jika sel donor dan penerima tidak kompatibel meskipun sesuai. Nah, karena dipandang lebih “naif” ketimbang sumsum tulang belakang, darah tali pusar memiliki kecenderungan untuk kompatibel antara donor dan penerima.
5. Soal kecocokan. Jika seorang pasien memerlukan transplantasi, donor harus cocok dengan pasien. Kecocokan ini dilihat dalam hal surface antigen yang dikenal sebagai human leukocyte antigen, atau penanda HLA. Ada enam HLA dalam tubuh kita, dan pada transplantasi sumsum tulang belakang, keenam HLA pasien harus cocok dengan keenam HLA donor. Tranplantasi darah tali pusar mensyaratkan minimal tiga HLA saja yang cocok. Perlu diketahui, “Seorang anak memiliki tiga HLA dari masing-masing orangtuanya,”. Kesesuaian yang tidak mutlak 100 persen itu memungkinkan tersedianya donor yang cocok secara lebih cepat, Dengan demikian, memberikan harapan hidup yang lebih pasti bagi penerima.
6. Belum tercemar virus atau bakteri.
7. Bermanfaat untuk diri sendiri, anggota keluarga yang lain, maupun orang lain yang tidak ada pertalian keluarga. Ini karena pencangkokan sel induk darah tali pusar menunjukkan penerima seperti menerima (engraft) walaupun ada ketidakcocokkan (kecocokan hanya 60 persen).
8. Sel induk darah tali pusar juga cukup menjanjikan dalam terapi generik pada berbagai penyakit keturunan, terutama yang menyangkut sistem kekebalan tubuh. Hal ini telah dibuktikan oleh Dr. Donald Khan dari Children’s Hospital, Universitas California di Los ANgeles, AS, yang melakukan terapi genetik pertama sel induk darah tali pusar pada tiga anak yang menderita defisiensi adenosine deaminase (ADA), penyakit yang menyerang kekebalan tubuh. Ketiga anak yang juga mendapat pengobatan lain itu hidup sehat, sampai saat ini.
9. Masih banyak kelebihan lainnya. Salah satunya, UCB lebih “muda” dibandingkan dengan sumsum tulang belakang dan memiliki potensi yang besar untuk diekspansi, sehingga bisa dihasilkan sel induk turunan tanpa berkembang menjadi sel khusus.
B) Meskipun begitu, ada beberapa kekurangan darah tali pusar (umbilical cord blood, UCB) :
1. Sel induk di darah tali pusar tergolong lebih primitif dibandingkan dengan yang ada di sumsum tulang belakang, proses penyatuannya yang memerlukan waktu lebih lama membuat pasien penerima tranplantasi berisiko infeksi untuk jangka waktu yang lama.
2. Pengambilan UCB hanya mengandung sel induk yang cukup untuk tranplantasi seorang anak atau dewasa muda berbobot 45 – 50 kg.
C) Kekurangan diatas tidak seberapa dibandingkan jika diambil dari sel induk sumber lain (bukan dari darah tali pusar):
1. Proses pengambilannya menyakitkan, beresiko terkena infeksi, dan harus dibius total yang menyebabkan nyeri sesudahnya.
2. Kemampuan membentuk sel baru lebih kecil.
3. Diperlukan kecocokan yang hampir sempurna (mendekati 100 persen) pada sejenis protein dalam sumsum tulang antara donor dan penerima. Kondisi ini hanya bisa dimungkinkan bila donor dan penerima memiliki pertalian darah (keluarga).
4. Risiko terjadinya GvHD lebih besar dibanding pencangkokan dengan sel induk darah tali pusar.
Bisa saja mengandung DNA abnormal akibat paparan sinar matahari, racun, maupun terjadi kesalahan replikasi.
D) Besarnya Pengambilan Sel Darah
Umumnya Sel darah yang diambil antara 50 ml sampai 150 ml. Di laboratorium, darah itu masih dipisahkan dan cuma diambil sel induknya untuk disimpan. Sedangkan sel induk yang bisa diambil dari darah tali pusar sekitar 65 ml-75 ml (dan ini mengandung 500 juta sampai 600 juta sel ). Ukuran pengambilan sel darah bergantung pada beberapa faktor yaitu jenis dan kandungan dalam darah orang, kondisi pasien( gemuk/kurus ), parah tidaknya penyakit mempengaruhi kebutuhan sel darah
E) Tentang penyimpanan sel induk
Sel induk, harus disimpan dengan suhu minus 180 derajat celcius dengan bahan nitrogen cair dan alat pembeku
NB :
2 Note diatas merupakan rangkuman dari berbagai sumber dibawah ini :
1. Simon, Sumanto, dr. Sp.PK. 2003. Neoplasma Sistem Hematopoietik: Leukimia. Jakarta : Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya Jakarta
2. Stemcord
3. Cordlife Singapore
4. Sumber2 lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Semoga bermanfaat. Sehat dan sakit itu ujian dan nikmat. Sebagai manusia, kita hanya bisa berusaha. Hasil akhirnya, biarlah Alloh SWT yang menentukan.
(Dedicated for her, who gives a lot of learning to me, although we’ve never met. Thanx)

