Bapao Zone Area

Freedom to Search, Find, Read, Chat and Leave Ur Comments…

Archive for the ‘Kesehatan’ Category

Tentang Leukimia ( Part 2 ). Sel induk darah tali pusar terbukti membantu pemulihan penyakit kelainan darah.

Posted by muthiamaharani on November 25, 2009

Sumber sel induk sendiri bisa dari dua macam: embrio manusia (embryonic stem cell) dan sumber dewasa (hematopoietic stem cell). Sel dari embrio ini dipercaya mengandung sel biang untuk semua organ manusia. Tapi, secara etik kedokteran, pengambilan sel embrio ini masih belum bisa diterima. Yang jamak adalah pengambilan sel induk dewasa. Praktek yang sudah lama berlangsung adalah dengan mengambil sel sumsum tulang belakang. Tapi, belakangan, darah dari tali pusar dianggap lebih kecil risikonya ketimbang mengambil sumsum.

Sebelum jauh, ada baiknya Anda tahu apa itu darah tali pusar (umbilical cord blood). Jenis darah ini merupakan darah yang diambil dari tali pusar atau plasenta sesaat setelah seorang bayi dilahirkan. Menurut kajian laboratorium, darah tali pusar kaya akan sel induk hematopoietik (haematopoeitic stem cell) yakni sel induk pembentuk darah. Sel induk ini mampu memproduksi sel-sel darah baru, baik itu sel darah merah, sel darah putih, maupun keping darah yang sehat.

Tak lama kemudian, beberapa penelitian menyimpulkan bahwa darah tali pusar tak cuma menyembuhkan kelainan darah. Tapi juga ada 45 penyakit yang bisa pulih dengan pencangkokan sel induk dewasa yang dalam istilah kedokteran disebut HSC. Kebanyakan penyakit itu adalah penyakit berat seperti leukemia, talasemia, anemia, myeloma, dan hodgkin. Belakangan, para peneliti yakin, sel induk itu juga bisa mengobati penyakit jantung, diabetes, systemic lupus erithematosus, stroke, alzheimer, dan parkinson.

A) Beberapa kelebihan darah tali pusar (umbilical cord blood, UCB) :
1. Bebas risiko dan rasa sakit saat diambil. Pengambilannya tidak lama sesudah si ibu melahirkan, dan hanya butuh waktu beberapa menit. Cara mengambilnya pun tinggal menusukkan jarum ke tali pusar. Bandingkan dengan pengambilan sumsum tulang belakang yang pendonornya harus dibius dan dibedah untuk melihat risiko kemungkinan infeksi. Mengumpulkan sumsum tulang belakang sendiri menyakitkan dan merupakan proses invasive. Selain itu, darah tali pusar bisa dikatakan barang terbuang.
2. Memiliki kemampuan 10 kali dalam membentuk sel baru dibanding sumsum tulang dan darah tepi (sumber sel induk terkaya).
3. Selalu siap digunakan kapan saja diperlukan. Sebab, ia bisa disimpan di kulkas cyrogenic yang sangat dingin, sampai minus 180oC. Bandingkan dengan kulkas di rumah kita yang rata-rata hanya minus 20oC. Berapa lama waktu penyimpanan memang belum ada angka pasti, seperti diakui dalam situs The UCLA Umbilical Cord Blood Bank. Mereka merencanakan untuk menyimpannya paling tidak selama 10 tahun. Sebaliknya, sumsum tulang belakang diambil saat diperlukan, plus memerlukan waktu berminggu-minggu – bahkan berbulan-bulan – untuk menemukan donor yang cocok.
4. Rendahnya risiko Graftversus-Host Disease (GvHD), suatu komplikasi yang terjadi setelah transplantasi sel induk, di mana sel donor (graft) menyerang sel penerima (host). GvHD terjadi jika sel donor dan penerima tidak kompatibel meskipun sesuai. Nah, karena dipandang lebih “naif” ketimbang sumsum tulang belakang, darah tali pusar memiliki kecenderungan untuk kompatibel antara donor dan penerima.
5. Soal kecocokan. Jika seorang pasien memerlukan transplantasi, donor harus cocok dengan pasien. Kecocokan ini dilihat dalam hal surface antigen yang dikenal sebagai human leukocyte antigen, atau penanda HLA. Ada enam HLA dalam tubuh kita, dan pada transplantasi sumsum tulang belakang, keenam HLA pasien harus cocok dengan keenam HLA donor. Tranplantasi darah tali pusar mensyaratkan minimal tiga HLA saja yang cocok. Perlu diketahui, “Seorang anak memiliki tiga HLA dari masing-masing orangtuanya,”. Kesesuaian yang tidak mutlak 100 persen itu memungkinkan tersedianya donor yang cocok secara lebih cepat, Dengan demikian, memberikan harapan hidup yang lebih pasti bagi penerima.
6. Belum tercemar virus atau bakteri.
7. Bermanfaat untuk diri sendiri, anggota keluarga yang lain, maupun orang lain yang tidak ada pertalian keluarga. Ini karena pencangkokan sel induk darah tali pusar menunjukkan penerima seperti menerima (engraft) walaupun ada ketidakcocokkan (kecocokan hanya 60 persen).
8. Sel induk darah tali pusar juga cukup menjanjikan dalam terapi generik pada berbagai penyakit keturunan, terutama yang menyangkut sistem kekebalan tubuh. Hal ini telah dibuktikan oleh Dr. Donald Khan dari Children’s Hospital, Universitas California di Los ANgeles, AS, yang melakukan terapi genetik pertama sel induk darah tali pusar pada tiga anak yang menderita defisiensi adenosine deaminase (ADA), penyakit yang menyerang kekebalan tubuh. Ketiga anak yang juga mendapat pengobatan lain itu hidup sehat, sampai saat ini.
9. Masih banyak kelebihan lainnya. Salah satunya, UCB lebih “muda” dibandingkan dengan sumsum tulang belakang dan memiliki potensi yang besar untuk diekspansi, sehingga bisa dihasilkan sel induk turunan tanpa berkembang menjadi sel khusus.

B) Meskipun begitu, ada beberapa kekurangan darah tali pusar (umbilical cord blood, UCB) :
1. Sel induk di darah tali pusar tergolong lebih primitif dibandingkan dengan yang ada di sumsum tulang belakang, proses penyatuannya yang memerlukan waktu lebih lama membuat pasien penerima tranplantasi berisiko infeksi untuk jangka waktu yang lama.
2. Pengambilan UCB hanya mengandung sel induk yang cukup untuk tranplantasi seorang anak atau dewasa muda berbobot 45 – 50 kg.

C) Kekurangan diatas tidak seberapa dibandingkan jika diambil dari sel induk sumber lain (bukan dari darah tali pusar):
1. Proses pengambilannya menyakitkan, beresiko terkena infeksi, dan harus dibius total yang menyebabkan nyeri sesudahnya.
2. Kemampuan membentuk sel baru lebih kecil.
3. Diperlukan kecocokan yang hampir sempurna (mendekati 100 persen) pada sejenis protein dalam sumsum tulang antara donor dan penerima. Kondisi ini hanya bisa dimungkinkan bila donor dan penerima memiliki pertalian darah (keluarga).
4. Risiko terjadinya GvHD lebih besar dibanding pencangkokan dengan sel induk darah tali pusar.
Bisa saja mengandung DNA abnormal akibat paparan sinar matahari, racun, maupun terjadi kesalahan replikasi.

D) Besarnya Pengambilan Sel Darah
Umumnya Sel darah yang diambil antara 50 ml sampai 150 ml. Di laboratorium, darah itu masih dipisahkan dan cuma diambil sel induknya untuk disimpan. Sedangkan sel induk yang bisa diambil dari darah tali pusar sekitar 65 ml-75 ml (dan ini mengandung 500 juta sampai 600 juta sel ). Ukuran pengambilan sel darah bergantung pada beberapa faktor yaitu jenis dan kandungan dalam darah orang, kondisi pasien( gemuk/kurus ), parah tidaknya penyakit mempengaruhi kebutuhan sel darah
E) Tentang penyimpanan sel induk
Sel induk, harus disimpan dengan suhu minus 180 derajat celcius dengan bahan nitrogen cair dan alat pembeku

NB :
2 Note diatas merupakan rangkuman dari berbagai sumber dibawah ini :
1. Simon, Sumanto, dr. Sp.PK. 2003. Neoplasma Sistem Hematopoietik: Leukimia. Jakarta : Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya Jakarta
2. Stemcord
3. Cordlife Singapore
4. Sumber2 lain yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Semoga bermanfaat. Sehat dan sakit itu ujian dan nikmat. Sebagai manusia, kita hanya bisa berusaha. Hasil akhirnya, biarlah Alloh SWT yang menentukan.

(Dedicated for her, who gives a lot of learning to me, although we’ve never met. Thanx)

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

Tentang Leukimia (Part 1)

Posted by muthiamaharani on November 25, 2009

A) Pengertian
LEUKEMIA merupakan suatu penyakit yang merujuk kepada satu kelompok penyakit darah yang ditandai dengan kanker pada jaringan-jaringan yang memproduksi darah.
Secara lebih rinci, leukimia adalah sekelompok penyakit neoplastik yang beragam, ditandai oleh perbanyakan secara tak normal atau transformasi maligna atau ganas dari sel-sel pembentuk darah di sumsum tulang dan jaringan limfoid. Sel-sel normal di dalam sumsum tulang digantikan oleh sel tak normal atau abnormal. Sel abnormal ini keluar dari sumsum dan dapat ditemukan di dalam darah perifer atau darah tepi. Sel leukemia mempengaruhi hematopoiesis atau proses pembentukan sel darah normal dan imunitas tubuh penderita.
Kata leukemia berarti “darah putih”, karena pada penderita ditemukan banyak sel darah putih sebelum diberi terapi. Sel darah putih yang tampak banyak merupakan sel yang muda, misalnya promielosit. Jumlah yang semakin meninggi ini dapat mengganggu fungsi normal dari sel lainnya.
Leukemia dapat diklasifikasikan atas dasar perjalanan alamiah penyakit: akut dan kronis. Leukemia akut ditandai dengan suatu perjalanan penyakit yang sangat cepat, mematikan, dan memburuk. Apabila tidak diobati segera, maka penderita dapat meninggal dalam hitungan minggu hingga hari. Sedangkan leukemia kronis memiliki perjalanan penyakit yang tidak begitu cepat sehingga memiliki harapan hidup yang lebih lama, hingga lebih dari 1 tahun.

B) Sebab dan Faktor
Penyebab leukemia belum diketahui secara pasti, namun diketahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi frekuensi leukemia, seperti:
1. Radiasi
2. Faktor leukemogenik
Terdapat beberapa zat kimia yang telah diidentifikasi dapat mempengaruhi frekuensi leukemia:
• Racun lingkungan seperti benzena
• Bahan kimia industri seperti insektisida
• Obat untuk kemoterapi
3. Epidemiologi
• Di Afrika, 10-20% penderita Leukemia Mielositik Akut (LMA) memiliki kloroma di sekitar orbita mata
• Di Kenya, Tiongkok, dan India, Leukemia Mielositik Kronik (LMK) mengenai penderita berumur 20-40 tahun
• Pada orang Asia Timur dan India Timur jarang ditemui Leukemia Limfositik Kronik (LLK).
4. Herediter
Penderita sindrom Down memiliki insidensi leukemia akut 20 kali lebih besar dari orang normal.
5. Virus
Virus dapat menyebabkan leukemia seperti retrovirus dan virus leukemia feline.

C) Gejala
Pada leukimia akut didapatkan gejala klinis yang disebabkan :
1. Kegagalan sumsum tulang antara lain: pucat, letargi, demam, gambaran infeksi mulut, tenggorakan, kulit pernafasan, memar, pendarahan gusi spontan, dan pendarahanan dari tempat fungsi vena yang disebabkan oleh trombositopenia.
2. Infiltrasi organ lain, yaitu: nyeri tulang, hipertrofi dan infiltrasi gusi, sakit kepala, muntah-muntah, penglihatan kabur dan terkadang terjadi pembengkakan testis pada LLA dan tanda penekanan mediastum (khusus pada LLA).

Leukemia akut dapat didiagnosa melalui beberapa alat, seperti:
• Pemeriksaan morfologi: darah tepi, aspirasi sumsum tulang, biopsi sumsum tulang
• Pewarnaan sitokimia
• Immunofenotipe
• Sitogenetika
• Diagnostis molekuler
Pengobatan kanker darah akut (leukemia akut) menurut Mediayarti bertujuan kuratif atau paliatif:
Pengobatan kuratif meliputi:
1. Siteroduksi dengan obat sitostatika mulai dari kombinasi sitostatika yang ringan hingga yang agresif dengan membutuhkan “rescue” sel iduh darah penderita dari darah perifer untuk penyelamat pada ablasi sumsum tulang.
2. Transplantasi sel induk darah allogeni atau autologus dari sumsum tulang, darah perifer atau tali pusar.
3. Suportif, melalui transfusi darah, pemberian vitamin B6 dan 12, zat besi, gizi yang cukup, antibiotik dan anti jamur bila ada indikasi.

Leukimia kronis mencakup dua tipe utama yaitu leukemia mielositik/granulositik kronik (LMK) dan leukemia limfositik kronik (LLK). Tipe kronis lainya termasuk leukemia sel rambut (hairy cell leukemia, leukemia prolimfositik) dan berbagai sindrom mielodisplastik yang sebagian dianggap sebagai bentuk leukemia kronis.
Leukemia mielositik kronik memilik gejala-gejala klinis yaitu:
1. Penurunan berat badan, lemah, anoreksia, dan keringat malam.
2. Splenomegali hampir selalu ada dan sering besar disertai sering kurang enak badan, nyeri, rasa penuh di perut atau gangguan pencernaan.
3. Gambaran anemia, termasuk pucat dan lemas.
4. Kadang-kadang ada memar dan pendarahan dari tempat lain.
5. Sering didapatkan nyeri tekan pada tulang dada dan hepatomegali.
6. Gangguan penglihatan.
Sedangkan pengobatan leukemia kronik tergantung pada jenis dan fase atau stadium mana penderita ditemukan.

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

Diabetes Mellitus

Posted by muthiamaharani on September 3, 2009

Secara harfiah, diabetes mellitus berasal dari kata diabetes berarti mengalir, dan mellitus berarti madu. Diabetes mellitus atau penyakit kencing manis atau penyakit gula adalah suatu kondisi gangguan metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah (hiperglikemia) secara menahun.

Bagaimana Seseorang disebut Memiliki Diabetes ?

Seseorang disebut diabetisi atau menderita diabetes apabila pada pemeriksaan kadar gula darah puasanya melebihi angka 126 mg/dL atau dua kali berturut-turut pemeriksaan gula darah 2 jam sesudah makan, angka yang didapat melebihi 180 mg/dL.

Ciri atau Gejalanya ?

Sesuai dengan namanya yang berarti mengalir dan manis, maka gejala-gejala diabetes yang ditemukan adalah banyak kencing, yang merupakan usaha tubuh untuk mengeluarkan gula yang berlebih diikuti banyak minum dan banyak makan. Disebut dengan ‘tiga P‘ yaitu Poliuri (banyak kencing), Polidipsi (banyak minum) dan Polifagi (banyak makan) disertai dengan penurunan berat badan yang tidak diketahui sebabnya.

Gejala-gejala lain adalah merupakan komplikasi karena kadar gula darah yang tinggi yang dapat merusak pembuluh darah besar ataupun kecil, misalnya luka yang tidak sembuh, lemas, lesu atau juga mengantuk.

Penyebab Umum Dan Tipe Diabetes?

Penyebab diabetes tergantung jenis atau tipe diabetes yang terjadi. Ada 4 tipe diabetes, yaitu tipe 1, 2 , 3 dan 4. Tipe 1 disebabkan proses yang disebut otoimun dimana tubuh menghasilkan zat antibodi yang merusak pankreas sehingga pankreas akan rusak sama sekali. Tipe 2 disebabkan karena adanya kombinasi faktor genetik dan faktor lingkungan yang menyebabkan kerusakan pankreas (tidak total) dan adanya resistensi insulin. Tipe 3 disebabkan karena faktor-faktor lain yang lebih kompleks, seperti gangguan genetik, pengaruh obat-obatan, rusaknya pankreas karena penyakit lain (batu, operasi) sedang tipe 4 adalah diabetes yang terjadi pada wanita yang sedang hamil.

90% kasus diabetes digolongkan sebagai tipe 2. Tipe 2 – dahulu disebut sebagai Diabetes Tidak Tergantung Insulin – lebih banyak disebabkan oleh perilaku gaya hidup yang tidak sehat, terutama perubahan pola makan yang cenderung banyak mengkonsumsi lemak dan miskin serat. Pada orang normal, karbohidrat (berbagai jenis tepung dan gula) yang dimakan akan diubah menjadi glukosa di dalam saluran pencernaan. Glukosa ini kemudian akan dibawa oleh darah ke seluruh tubuh dan masuk kedalam sel untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku energi dan metabolisme sel. Masuknya glukosa ke dalam sel berlangsung dengan bantuan hormon insulin . Insulin berperan layaknya kunci yang membuka jalan bagi glukosa masuk ke dalam sel.

Pada penderita diabetes gula tidak dapat atau sukar masuk ke dalam sel. Hal ini disebabkan oleh sedikitnya hormon insulin yang diproduksi kelenjar pankreas, atau karena sel tidak dapat memberikan respon yang baik terhadap insulin walaupun insulinnya sendiri sebenarnya cukup jumlahnya. Akibatnya gula akan menumpuk di dalam darah, tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh dan akhirnya dibuang melalui air seni atau tersisa di dalam darah.

Gangguan metabolisme karbohidrat ini menyebabkan tubuh kekurangan energi. Itu sebabnya penderita diabetes umumnya terlihat lemah, lemas dan tidak bugar.

Di dunia diperkirakan terjadi 3,2 juta kematian per tahun akibat diabetes, atau 1 diantara 20 kematian per tahun adalah akibat DM, atau setiap 10 detik satu orang mati karena diabetes. Resiko penyakit kardiovaskuler (jantung & pembuluh darah) pada pasien DM adalah 2-8 kali lebih besar dibanding  bukan DM.  Sedangkan resiko untuk stroke meningkat sekitar 40% dibandingkan dengan mereka yang tidak menderita diabetes.

Komplikasi penyakit akibat diabetes tidak dapat dianggap remeh, walaupun tetap dapat dikendalikan. Kadar gula darah yang cenderung tinggi dalam jangka panjang, akan merugikan bagi banyak fungsi organ vital tubuh. Secara umum komplikasi ini akan menyebabkan gangguan pada pembuluh darah besar (makrovaskuler) dan pembuluh darah kecil (mikrovaskuler) . Komplikasi mikrovaskuler meliputi gangguan pada mata, ginjal dan syaraf tepi. Sedangkan komplikasi makrovaskuler meliputi penyakit jantung koroner, stroke dan gangguan pada pembuluh darah tepi terutama pada kaki, yang pada akhirnya menyebabkan ulkus kaki sampai munculnya resiko amputasi.

Diperkirakan 10-25% biaya kesehatan nasional dipakai untuk pengobatan DM dan komplikasinya. Angka tersebut belum termasuk biaya tidak langsung, seperti menurunnya kualitas hidup, produktivitas kerja dan kecacatan yang ditimbulkan.

Kuncinya adalah Kontrol Gula Darah

Tak pelak lagi inti permasalahan dari diabetes adalah tingginya kadar gula dalam darah. Maka langkah yang paling praktis untuk menghindari resiko komplikasi akibat diabetes adalah menjaga semaksimal mungkin agar kadar gula selalu berada dalam batas normal dalam darah.

Kadar gula darah dalam tubuh bersifat fluktuatif, akan naik setelah makan dan turun setelah beraktifitas. Menurut protokol PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia), target gula darah ideal yang diharapkan adalah maksimum 144 mg/dL sesudah makan dan 100 mg/dL puasa. Bagi diabetisi, terutama yang harus dijaga adalah gula darah sesudah makan. Pada orang normal, setelah 2-3 jam sesudah makan, kadar gula darah akan kembali pada posisi normal, namun pada diabetisi kadarnya tetap tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pasien yang mempunyai gula darah sesudah makan yang cenderung selalu tinggi, ternyata akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung koroner. Data yang menunjukkan bahwa 80% kasus kematian pada diabetes adalah akibat penyakit jantung dan pembuluh darah.

Jalan yang paling mudah adalah selalu pantau kadar gula darah agar selalu berada dalam batasnya. Memiliki sendiri alat monitor gula darah saat ini menjadi metode paling efektif untuk mengetahui level gula darah pasien. “Keuntungan terbesar dari memiliki sendiri alat monitor gula darah adalah mendidik si pasien agar mampu mengatur sendiri pola makan dan melakukan aktivitas yang berpengaruh positif terhadap nilai gula darah. Umpamanya, si pasien yang mengetahui bahwa akibat makan sepiring nasi sudah bisa membuat loncat gula darahnya, maka selanjutnya dia punya kesadaran untuk mengurangi menjadi setengah piring, “ jelas Hery Purwanto, Product Manager PT. Roche Indonesia, mengenai manfaat memiliki alat monitor gula darah sendiri di rumah. Sehingga jika kontrol berada di tangan, maka diharapkan diabetes tidak lagi menjadi momok yang menakutkan bagi pasien, karena resiko komplikasi dapat dijauhkan.

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

Test Kesehatan Jantung

Posted by muthiamaharani on September 3, 2009

Tread mill test dikenal juga dengan istilah exercise test.
Dasar dari tes ini adalah penyumbatan arteri (pembuluh darah) koroner kadang tidak memberikan gejala dan atau perubahan pada rekam jantung. Tanda dan gejala penyakit jantung dapat menjadi jelas pada keadaan jantung diberikan suatu beban / latihan. Selama latihan itu, arteri koroner yang sehat (tanpa sumbatan) dapat memenuhi kebutuhan jantung daripada arteri yang tersumbat. Aliran darah yang terganggu akibat sumbatan ini membuat otot jantung kekurangan suplai oksigen dan makanan sehingga timbullah tanda dan gejala sakit jantung dan perubahan pada pola rekaman jantung.

Tes ini biasanya dimintakan untuk:
- pasien dengan tanda dan gejala sugestif penyumbatan pembuluh darah koroner
- pasien dengan faktor risiko penyumbatan pembuluh koroner yang signifikan
- mengevaluasi toleransi tubuh seseorang terhadap exercise / latihan
- memprediksi risiko yang berkaitan dengan jantung seperti serangan jantung

Bila dengan tes ini kita dapat mencapai tingkatan latihan yang sesuai (ada istilah target denyut jantung) atau status fisik kita baik, maka tes ini dapat mendeteksi kelainan jantung penting pada 2/3 pasien dengan penyumbatan pembuluh koroner. Semakin banyak dan berat penyumbatannya maka akurasi tes ini makin tinggi. Perlu diingat ada positif palsu sampai sekitar 10% (hasil tes tidak normal pada keadaan jantung yang normal).

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

Tips Diet

Posted by muthiamaharani on September 3, 2009

1. Hindari pemikiran semua atau tidak sama sekali. Berpuasa bukanlah cara terbaik untuk menurunkan berat badan.

2. Makanlah secukupnya dan atur asupan kalori secara bijaksana

3. Potonglah buah-buahan yang Anda suka dalam potongan kecil untuk menggantikan snack yang tidak sehat.

4. Hindari memakan cemilan dari toples, anda akan tidak sadar berapa banyak yang telah masuk ke dalam mulut Anda.

Taruhlah didalam piring atau cukup ambil segenggam.

5. Jika Anda termasuk orang yang menyukai roti, pilihlah yang wholegrain.

6. Hindari makanan yang mengandung lemak lebih dari 10 persen. Baca label informasi nutrisi di dalam kardus makanan.

7. Catatlah makanan yang telah Anda santap selama 2 minggu. Percayalah Anda akan terkejut!

8. Mentega memiliki kandungan lemak jenuh. Hindari atau ganti dengan yang rendah lemak.

9. Bawalah botol air minum kemanapun Anda pergi. Dengan begitu Anda tidak akan terdehidrasi

dan juga lebih sedikit kemungkinan untuk memilih minuman yang bersoda ataupun terlalu banyak gula.

10. Cobalah detoxification, untuk mengeluarkan racun dalam tubuh Anda

11. Snack baik bagi Anda untuk mencegah makan siang atau malam yang berlebihan.

12. Carilah teman atau partner untuk berdiet bersama. Cara ini akan membuat Anda berdua bisa saling memotivasi.

13. Carilah tahu kebiasaan Anda yang merusak program diet. Jika Anda suka mengemil roti menuju gym, gantilah rute Anda!

14. Minumlah banyak air mineral

15. Sayuran rendah di kalori akan tetapi jangan dimasak terlalu lama karena kandungan gizi dapat berubah.

16. Jika Anda terbiasa makan besar pada akhir pekan, usahakan snack yang rendah lemak dan kalori

17. Selalu pilihlah porsi terkecil dari menu restoran yang ada

18. Belilah sebuah juicer dan mulailah buat kreasi jus Anda sendiri. Jangan lupa untuk mencoba jus sayuran.

Kaya vitamin dan lebih sedikit fruktosa.

19. Jangan berpikir bahwa salad selalu aman dikonsumsi. Mereka biasanya juga dikombinasikan dengan mayonaise dan keju.

20. Sikatlah gigi Anda jika keinginan ngemil muncul. Rasa makanan menjadi buruk setelah Anda menyikat gigi.

21. Ingin menyantap coklat? Pilihlah low fat coklat!

22. Porsi makan bertambah selagi PMS? Lawan dengan mengkonsumsi kacang Almond.

Mereka memberi banyak protein dan juga mengurangi keinginan ngemil makanan manis.

23. Pilihlah makanan yang direbus, berkuah, di tim, atau dibakar sebelum Anda memilih yang digoreng.

24. Pilihlah seledri sebagai teman diet yang setia mulai sekarang.

25. Perhatikan bagaimana wanita langsing memesan makanan. Cari tahu dan jadikan rahasia mereka, rahasia Anda.

26. Gunakanlah sumpit untuk memperlambat makan Anda.

27. Hindari mengemil disaat Anda bosan, gantikanlah dengan hal-hal yang ingin Anda lakukan tapi tidak sempat!

28. Jangan berpikir bahwa Anda akan mulai berdiet setelah melalui masa stress. Percayalah masa ini akan selalu ada!

Sebaliknya persiapkan diri Anda untuk menghadapi masa-masa ini dan tetap fokus kepada diet Anda.

29. Jam 3 adalah waktu snack favorit. Pilihan terbaik untuk meningkatkan energi meliputi pisang, kacang, dan low fat yoghurt.

30. Cobalah untuk lebih memilih kualitas daripada kuantitas.

31. Tambahkan cabai atau rempah-rempah pedas untuk meningkatkan metabolisme tubuh Anda.

32. Tambahkan es ke dalam minuman Anda. Karena tubuh Anda membutuhkan energi untuk menyesuaikan minuman tersebut dengan suhu tubuh.

Yang pada akhirnya akan membakar lemak Anda!

33. Siapkan semua makanan Anda sendiri daripada makanan siap saji. Akan lebih mudah bagi Anda untuk mengontrol

asupan gula dan kalori yang dipakai.

34. Untuk mengalahkan rasa lapar ketika memasak, mulailah dengan menyantap sepiring besar salad!

35. Ketika membaca artikel tentang diet yang cocok dengan Anda. Gunting dan tempelkanlah dikulkas Anda!

36. Dapatkan tidur yang cukup! Kelelahan berkepanjangan akan menyebabkan Anda meraih makanan yang tinggi kalori.

37. Susu kedelai merupakan alternatif yang lebih baik untuk mengkonsumsi susu rendah lemak!

38. Kurangi garam Anda!

39. Taruhlah foto di kulkas untuk memotivasi Anda!

40. Go Green! Pilihlah sayuran hijau ataupun teh hijau yang akan memberi kontribusi pada kesehatan Anda!

41. Pilihlah yang diet jika Anda terpaksa minum soda.

42. Untuk pembakaran lemak secara maksimal maka Anda diharuskan untuk mengkonsumi kacang-kacangan!

43. Sangat mudah untuk membuat temu janji di restoran ataupun kafe, Akan tetapi pilihlah tempat yang tidak akan

membuat Anda harus makan! Seperti olahraga ataupun kerajinan tangan!

44. Pilihlah tangga daripada lift ataupun eskalator.

45. Hitung budget Anda untuk makanan ataupun snack. Anda bisa mengalokasikan dana tersebut untuk keperluan lain.

46. Pisang adalah makanan terbaik sebelum Anda memulai berolahraga. Pisang dipenuhi dengan potassium

yang akan membantu dengan otot dan kadar air dalam tubuh Anda.

47. Jangan lakukan hal lain ketika Anda sedang makan. Jika Anda makan sambil membaca ataupun sambil menonton,

Anda akan segera mengasosiasikan kedua kegiatan ini. Anda akan segera makan begitu TV dinyalakan.

48. Pastikan Anda mendapatkan cukup matahari. Vitamin D akan membantu Anda mendapatkan lebih banyak kalsium yang akan lebih

mempercepat proses metabolisme.

49. Cobalah Herbal Tea secara bergiliran dan pilihlah favorit Anda. Percayalah ini investasi terbaik untuk kesehatan Anda.

50. Gigitlah makanan Anda secara perlahan-lahan!

51. Minumlah segelas air dengan perasan jeruk lemon untuk membantu meningkatkan metabolisme Anda!

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.