Tausiyah dari Ustadz Restu
* Alasan mengapa kita harus menyegerakan menikah :
1. Kita tidak tahu kapan akan meninggal.
2. Menikah itu sunnah yang sangat ditekankan oleh Rosululloh SAW.
3. Menikah itu dapat menjadi salah satu bekal yang baik di akhirat.
* Kiat kiat agar dimudahkan datangnya jodoh, yaitu dengan membuka diri
Percaya diri.
Sebutkan status, umur, drmn, kerja dimana, dll.
Percaya diri dengan apa yang ada di diri kita. Jgn minder.
Jgn terpaku pada paradigma bahwa
- Laki laki biasanya menginginkan wanita yang umurnya lebih muda (Rosululloh menikahi Khadijah yang umurnya lebih tua dan itu tidak jd masalah). Begitu juga sebaliknya. Wanita tidak masalah menikahi laki laki yang lebih muda. Asal laki laki itu bs menjadi pemimpin rumah tangga yang baik, mengapa tidak ?
- Single harus menikah dgn single, Janda harus menikah dengan duda. Ga pernah ada aturan seperti itu. Krn yang membuat aturan&status seperti itu hanya manusia. Jika Alloh menghendaki dan terdapat kecocokan, janda bisa saja menikah dgn bujangan. Begitu jg dengan duda.
2. Jangan melupakan silaturahim. Coba bersilaturahim dengan teman, baik teman lama or teman baru, kerabat, dan semacamnya. Lalu jgn lupa menitipkan pesan, ” Jgn lupa kalau ada tmnnya yg lain/kerabatnya yang lain,yg belum menikah dan siap menikah, agar dikenalkan ke kita. Bisa saja berjodoh ”.
3. Menyibukkan diri u/ menaikkan level, yaitu menjadi orang yang semakin baik, dari segi ibadah dan aspek sosial kehidupannya. Tetapi jangan melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan Alloh SWT.
* Sering kita mendengar org beralasan menunda pernikahan karena ingin mandiri dulu,punya materi yang cukup dan sebagainya, menurut definisi orang tersebut. Itu alasan yang tidak dibenarkan karena menikah itu akan melahirkan perbaikan akhlak pada diri kita, meluaskan riski kita, dan meningkatkan martabat.
* Untuk laki2, biasanya sering ada keragu raguan untuk bertaaruf dengan seorang wanita. Jangan ragu terlalu lama,karena biasanya org yang sering ragu2, setan akan masuk kedalam hatinya dan akhirnya mengendurkan semangatnya lalu jd tertunda terus keinginannya untuk menikah, dan bisa juga malah menggantungkan nasib perempuannya. Jika ya iya, jika tidak tidak.
*Untuk perempuan, biasanya ada keminderan jika merasa dirinya bnyk kekurangan. Apalagi perempuan jumlahnya lebih banyak. Belum lagi keminderan untuk perempuan yang sudah berumur. Hilangkan perasaan itu, ga perlu takut untuk mencari&tidak harus menunggu2 saja. Jika ada yang bisa, jalankan taaruf. Lihat keberanian dan minta kejelasan dari laki2nya. Jika mantap, menikahlah, Jika tidak, tinggalkan. Jangan mau digantung.
* Pada taaruf, diharapkan untuk dapat mengenal satu sama lain lebih jauh. Tetapi tidak ada ketentuan waktu khusus / jangka waktu tertentu. Tapi menurut ijtihad para ulama, waktu taaruf maksimal 3 bulan,yang penting tidak terlalu lama. Karena ditakutkan akan melahirkan fitnah.
* Bentuk istikharah itu ada 2 macam :
1. Dengan mengenal biodata, mengenal detail siapa dia, keluarganya,dll, itu sudah termasuk istikharah.
2. Dengan solat istikharah. Jawaban dari solat istikharah itu tidak selalu mimpi. Tetapi biasanya dari hati yang semakin mantap or tidak mantap. Kemantapan itu tidak 100%, pasti ada ragunya, tp jika porsi mantapnya lebih banyak, insya alloh itu jawabannya dan segeralah untuk menikah. Jika ketidak mantapan yang porsinya lebih banyak, mungkin tidak berjodoh dan segera tinggalkan.
Taaruf dari beberapa ikhwan.
Setelah dapet tausiyah dari ustadz, acara berikutnya itu acara taaruf. Disini para ikhwan yang hadir, yang siap menikah, akan memperkenalkan dan mempromosikan dirinya didepan para akhwat. Diharapkan kali aja ada yang cocok. Jika ada akhwat tertarik, bisa menghubungi ustadz yang akan membantu proses taaruf.
Secara gue baru pertama kali ikut, aga sedikit shock sama ”promosi” bbrp ikhwan2 ini.Dan berpikir, ternyata hidup itu berwarna banget ya…
Gue lupa ada berapa ikhwan yang maju dan promosi, tapi ada bbrp catatan ttg mereka :
1. Range umurnya antara 21 – 49.
2. Status mereka ada yang single dan duda.
3. History mereka macem2. Yang gue inget terus….
- Ada ikhwan umur 21 tahun siap nikah. Oh MG, akhwat2 yang hadir, salut. Semuda itu sudah siap menikah.& prospek dia jg bagus.
- Ada yang bujang atau duda, itu tuh gayanya genit bgt. Haduh males gue.
- Ada yang umur 49 tahun, singleeeee. Gila, gue ga kebayang. Umur segitu,,,49 tahun sendiri, Qo bisa ya?ngapain selama itu dia ga nikah2 ya?
- Ada yang 27 tahun, duda, udh punya anak 1 umur 1 thn. Salut, krn dia ga minder dan memang siap menikah dgn visi dan misi yang mantap. Terutama dia memikirkan bahwa anaknya membutuhkan sosok ibu.
- Ada yang umur 24 thn, single…hehehe, ikhwan yang ini kynya jd idola tadi. Bnyk yg tertarik gitu akhwatnya.Prospek dia jg bagus dgn visi misinya.
- Ada juga umur 37 dan 31 thn, duda cerai dan meninggal tapi belum punya anak, mereka ga malu untuk promosi dgn visi misinya. Mereka tidak mau terpuruk terlalu lama, dan mereka jg ga malu mengakui bahwa mereka butuh sosok seorang istri lagi, untuk mendampingi mereka beribadah kepada Alloh SWT.
- Kalau yang lain, umur2 yang standar untuk menikahlah. Mereka sudah merasa settle dan mantap dr segi ilmu.
4. Dasar ikhwan dan paradigma, hampir semua mengatakan pengen punya istri yang lebih muda umurnya. Saat ditanya ustadznya kalau ustadznya punya calon yang umurnya lbh tua dari mereka,,,mereka cuma senyum.
Secara gue baru pertama kali ikut,,,rasanya gue bakal ikut lagi klo ada majelis ini. Selain nambah ilmu, melihat bahwa hidup itu memang berwarna dan macem2 bgt ya kondisi masing2 orang, ga ada salahnya kan dapet referensi banyak ikhwan. Manusia cuma bs berusaha, Alloh lah tetap yang nentuin. So, yg masih single, I’m single and very happy2 aja kali…nikmatin hidup, sambil nyari2…
Dapet syukur, ga dapet ya sudah. gitu aja repot

